cropped-cropped-logo-ybpk.png
Loading ...

Siswa SMP Kristen YBPK Mojowarno & TK Sekar Indah Lestarikan Budaya Jawa Melalui Kidung Kontekstual "Tanah Kula Jawi"

Siswa SMP Kristen YBPK Mojowarno & TK Sekar Indah Lestarikan Budaya Jawa Melalui Kidung Kontekstual “Tanah Kula Jawi”

Dok. SMP Kristen Mojowarno

JOMBANG – Di tengah pesatnya arus digitalisasi dan perubahan gaya hidup generasi muda, SMP Kristen YBPK Mojowarno menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai iman, budaya, dan karakter kepada peserta didik. Hal ini terwujud melalui penampilan paduan suara siswa-siswi Kelas 9A yang melantunkan kidung kontekstual GKJW, “Tanah Kula Jawi”, di dalam gedung bersejarah Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno.

Penampilan ini berlangsung khidmat di tengah keindahan arsitektur GKJW Mojowarno yang telah berdiri sejak abad ke-19, menjadikan momen ini sarat makna—baik secara historis, teologis, maupun kultural.

Makna Teologis dan Ekologis Kidung Prenjak 45

“Tanah Kula Jawi” atau Kidung Prenjak 45 merupakan salah satu lagu kontekstual yang menjadi kekayaan liturgis GKJW. Lagu ini bukan sekadar nyanyian ibadah, melainkan sebuah pengakuan iman yang dipadukan dengan kecintaan terhadap kearifan lokal tanah Jawa.

Lirik pada Bait 1 dan 2 yang dilantunkan para siswa mencerminkan rasa syukur atas anugerah alam ciptaan Tuhan:

Bait 1
Tanah kula Jawi, tanah ingkang suci
Siti ingkang subur, sembada kang nenggani
Wana ingkang rata, gunung ingkang dhuwur
Sedaya peparing, Allah ingkang luhur

Refrain
Heleluya, heleluya, heleluya!
Puji Gusti, saben wanci

Bait 2
Angin tan kendhat lumaku, mega lan mendhung lumintu
Haléluya, haléluya!
Hawa ketiga kang asrep, tetuwuhan kang sumebar
Sedaya peparing, Allah ingkang luhur

Lirik ini merekam kekayaan alam—tanah yang subur, hutan, gunung, angin, dan siklus cuaca—sebagai wujud pujian kepada Tuhan Sang Pencipta. Dalam konteks masa kini, kidung ini juga menjadi sarana edukasi ekologis, menumbuhkan kesadaran peserta didik untuk merawat alam sebagai tanggung jawab iman.

Pendidikan Karakter Melalui Seni Budaya

Penampilan ini merupakan bagian dari upaya nyata YBPK-GKJW dalam mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kehidupan sekolah. Dengan memfasilitasi siswa untuk mengenal, menghayati, dan membawakan kidung kontekstual di rumah ibadah bersejarah, sekolah menegaskan bahwa proses pendidikan tidak berhenti di ruang kelas—melainkan hidup dalam praktik iman, seni, dan kebudayaan.

Baca Juga  SMP Kristen YBPK 1 Surabaya Meraih Juara 3 dalam Kompetisi Futsal Frateran Cup 2025: Semangat Kerja Keras dan Kerjasama Tim

Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh TK Sekar Indah, yang turut menampilkan “Tanah Kula Jawi” di GKJW Dinoyo. Penampilan ini sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), memperlihatkan kepada masyarakat bahwa unit-unit pendidikan YBPK-GKJW hadir sebagai lembaga yang membentuk generasi berkarakter—bukan hanya unggul secara akademis, tetapi juga berakar kuat dalam iman dan budaya.

Warisan yang Terus Hidup

Penampilan Kelas 9A SMP Kristen YBPK Mojowarno adalah cerminan dari misi YBPK-GKJW dalam membentuk generasi muda yang beriman, berbudaya, dan berdaya. Warisan leluhur tidak akan pudar selama institusi pendidikan terus mengambil peran aktif dalam merawat dan mewariskannya.

Haléluya, puji Gusti saben wanci.