
Ponorogo – YBPK GKJW kembali meneguhkan komitmennya dalam regenerasi kepemimpinan melalui rangkaian kegiatan lepas lantik dan pelantikan pengurus cabang serta kepala sekolah yang dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan ini mencakup Pengurus Cabang YBPK Ponorogo dan Trenceng, sekaligus pelantikan Kepala Sekolah TK YBPK Trenceng serta pelepasan dan pelantikan Kepala Sekolah TK YBPK Cabang Purwoharjo.
Momentum ini menjadi bagian dari kesinambungan pelayanan pendidikan Kristen yang berakar pada nilai-nilai iman, keteladanan, dan pengabdian.
Seluruh rangkaian diawali dengan ibadah pukul 06.00 WIB di GKJW Purwoharjo yang dipimpin oleh Pdt. Christalina Devita Sari, D.S.Si., Teol., CCM. Firman Tuhan diambil dari Yohanes 3:1–17 yang menekankan pentingnya “kelahiran baru” sebagai dasar kehidupan iman.
Dalam khotbahnya ditegaskan bahwa:
Pesan ini secara langsung mengaitkan proses pelantikan sebagai bagian dari perjalanan spiritual, bukan hanya administratif organisasi.
Kegiatan inti meliputi:
Proses ini mencerminkan prinsip regenerasi organisasi yang terstruktur dan berkelanjutan, sebagaimana menjadi ciri tata kelola YBPK GKJW.
Perwakilan pengurus cabang, Bapak Jumawan (PHMJ), dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada kepala sekolah yang baru dilantik serta harapan agar mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, perwakilan pengurus pusat, Ibu Denise Resiamini, menegaskan bahwa:
Pelantikan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki makna strategis dalam:
Dengan dilantiknya pengurus dan kepala sekolah baru, YBPK GKJW di Ponorogo, Trenceng, dan Purwoharjo diharapkan semakin adaptif terhadap tantangan pendidikan sekaligus tetap teguh dalam panggilan pelayanan.
Seluruh rangkaian kegiatan menegaskan bahwa pelayanan di lingkungan YBPK GKJW bukan sekadar tugas struktural, melainkan panggilan iman yang terus diperbarui. Sejalan dengan Yohanes 3:16, pelayanan diarahkan untuk menghadirkan kasih Allah dalam dunia pendidikan, sehingga setiap peserta didik dapat bertumbuh secara utuh, baik secara intelektual maupun spiritual.