cropped-cropped-logo-ybpk.png
Loading ...

SMP Kristen YBPK Tunjungrejo Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Peduli

SMP Kristen YBPK Tunjungrejo Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Peduli

Dok. KIM - Desa Tunjungrejo

Tunjungrejo, KIM — Dalam rangka menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi siswa, SMP Kristen YBPK Tunjungrejo bekerja sama dengan Puskesmas Yosowilangun mengadakan program pemeriksaan kesehatan yang komprehensif untuk seluruh siswa. Program ini, yang dikenal dengan nama Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Siswa (PKGS), diadakan pada Senin, 13 Oktober 2025. Selain memeriksa kondisi fisik siswa, program ini juga memberikan pembekalan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang diharapkan mampu membekali para siswa dengan pengetahuan dan kebiasaan yang dapat menjaga kesehatan mereka secara mandiri.

Pemeriksaan Kesehatan yang Menyeluruh untuk Siswa SMP Kristen YBPK Tunjungrejo

Sejak pagi, para siswa SMP Kristen YBPK Tunjungrejo sudah tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan mata, gigi, telinga, hingga tes tekanan darah, kadar hemoglobin (HB), dan gula darah. Pemeriksaan ini tidak hanya bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik siswa, tetapi juga memberikan gambaran umum mengenai kesehatan mereka. Melalui program PKGS ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih dalam tentang kesehatan tubuh mereka.

Namun, seperti yang dijelaskan oleh perwakilan Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Yosowilangun, pemeriksaan fisik saja tidak cukup. Perubahan perilaku hidup sehat menjadi kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat. Oleh karena itu, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, para siswa diberikan pembekalan mengenai PHBS di sekolah yang bertujuan untuk menanamkan kebiasaan sehat yang dapat mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Delapan Indikator PHBS untuk Siswa yang Sehat dan Peduli

Pada kesempatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan delapan indikator utama PHBS yang diharapkan bisa diterapkan di lingkungan sekolah dan rumah masing-masing. Indikator-indikator tersebut mencakup berbagai aspek kebersihan pribadi, kebersihan lingkungan, serta pola hidup sehat. Berikut adalah delapan indikator PHBS yang diberikan kepada siswa:

  1. Mencuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

  2. Mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah.

  3. Menggunakan jamban bersih dan sehat, serta menjaga kebersihan fasilitas sanitasi di sekolah.

  4. Membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah organik dan anorganik untuk menjaga kebersihan lingkungan.

  5. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh.

  6. Memberantas jentik nyamuk di lingkungan sekolah sebagai langkah pencegahan penyakit DBD.

  7. Menjaga kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan belajar untuk menciptakan suasana yang sehat.

  8. Menjauhi kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan, seperti merokok atau mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Pembekalan ini dilakukan dengan cara yang sangat interaktif dan menyenangkan. Siswa diajak berdiskusi, berbagi pengalaman, dan bahkan dilibatkan dalam kegiatan praktis seperti cara mencuci tangan yang benar. Mereka juga didorong untuk menjadi agen perubahan dengan menerapkan PHBS tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah, serta menyebarkan pengetahuan ini kepada teman-teman mereka.

Mengapa PHBS Penting bagi Siswa dan Masa Depan Mereka?

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah bagian integral dari kesehatan jangka panjang. Seperti yang dijelaskan oleh Tim Promkes Puskesmas Yosowilangun, kebersihan yang baik dapat mencegah berbagai penyakit menular seperti diare dan demam berdarah. Dalam konteks ini, PHBS bukan hanya menjadi kewajiban, tetapi juga investasi untuk masa depan siswa. Siswa yang terbiasa dengan perilaku hidup sehat akan lebih siap menghadapi tantangan hidup, baik dalam hal kesehatan, maupun dalam menjalani aktivitas akademik mereka di sekolah.

Baca Juga  Peningkatan Kompetensi Guru di SMA Kristen YBPK Sitiarjo: Program Kolaborasi dengan Universitas Bhinneka Nusantara

Kepala SMP Kristen YBPK Tunjungrejo Apresiasi Sinergi dengan Puskesmas Yosowilangun

Kepala SMP Kristen YBPK Tunjungrejo, Randy Zakaria, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya terhadap program PKGS yang sudah dilaksanakan. “Kegiatan PKGS ini sangat lengkap dan bermanfaat. Setelah pemeriksaan kesehatan, para siswa mendapatkan pembekalan langsung mengenai PHBS, yang tentu saja akan sangat berguna bagi mereka dalam menjalani kehidupan sehat sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap agar ilmu yang didapatkan oleh siswa ini tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan di rumah dan dalam lingkungan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan SMP Kristen YBPK Tunjungrejo dapat menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Mendorong Sekolah Lain untuk Mengadopsi Program Serupa

Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Siswa (PKGS) ini tentu dapat menjadi contoh yang inspiratif bagi sekolah-sekolah lain, terutama yang berada di bawah naungan Yayasan Badan Pendidikan Kristen-Greja Kristen Jawi Wetan (YBPK-GKJW). Melalui kerjasama antara pihak sekolah dan puskesmas, program ini tidak hanya memberikan manfaat dalam hal pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menyadarkan para siswa akan pentingnya perilaku hidup sehat.

Bagi unit sekolah lain yang ingin melaksanakan program serupa, penting untuk menggandeng pihak-pihak terkait, seperti puskesmas dan tenaga medis, guna memastikan pemeriksaan yang akurat dan pembekalan yang maksimal. Selain itu, dukungan dari para guru dan orang tua juga sangat krusial agar perubahan perilaku sehat dapat diterapkan dengan baik di rumah dan sekolah.

Kesimpulan: Generasi Sehat, Cerdas, dan Peduli

Program PKGS yang dilaksanakan oleh SMP Kristen YBPK Tunjungrejo ini merupakan contoh nyata bahwa kesehatan siswa tidak hanya ditentukan oleh pemeriksaan fisik, tetapi juga oleh perubahan perilaku yang lebih sehat. Dengan mengajarkan siswa untuk menerapkan PHBS, sekolah ini berperan aktif dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga tangguh dalam menjaga kesehatannya.

Semoga program seperti ini dapat menginspirasi lebih banyak sekolah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang siswa yang lebih baik. Dengan kebiasaan hidup bersih dan sehat, kita bisa mewujudkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan mereka.

 

Sumber: https://portalberita.lumajangkab.go.id/main/baca/aXKGgpNu