
Pada 18 Oktober 2025, Auditorium Santo Albertus, Kampus Kalijudan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), menjadi saksi semangat dan kreativitas siswa-siswi SD Kristen YBPK Surabaya dalam ajang Lomba Koding & Robotik. Acara yang merupakan hasil kolaborasi antara FKIP UKWMS dan Rumah Edukasi ini tidak hanya menawarkan pembelajaran mendalam tentang dunia koding dan robotik, tetapi juga memberikan platform bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Lomba ini, yang diadakan pada hari ketiga kegiatan Pembelajaran Mendalam Koding & Robotik, menantang para peserta untuk merancang dan merakit robot yang dapat berfungsi sesuai perintah yang telah diberikan melalui sistem kontrol berbasis ponsel. Dalam kompetisi ini, tim dari SD Kristen YBPK Surabaya berhasil meraih Juara 3, sebuah pencapaian yang membanggakan dan penuh makna.
Dua siswa yang mewakili SD Kristen YBPK Surabaya, yaitu Vania dan Ito, dengan tekun mengikuti seluruh rangkaian lomba. Mereka, yang masih duduk di kelas 5, tampil luar biasa dengan menunjukkan kemampuan logika dan kreativitas yang memukau. Vania dan Ito bekerja sama dengan solid untuk merancang robot yang bisa memindahkan bunga dan pohon sesuai dengan tantangan yang diberikan oleh panitia. Bukan hanya kecepatan dan ketepatan, tetapi juga kerjasama tim menjadi kunci penting dalam meraih kemenangan.
Selama lomba, kedua siswa ini membuktikan bahwa meskipun masih muda, mereka mampu berpikir kritis dan kreatif dalam mengatasi masalah yang diberikan. Mereka dengan cekatan merakit robot yang bisa bergerak dengan lancar, meskipun mereka harus menyelesaikan tantangan dalam waktu yang terbatas. Vania dan Ito tidak hanya fokus pada teknis pengoperasian robot, tetapi juga saling mendukung untuk memastikan strategi yang tepat agar robot yang mereka rakit bisa bergerak cepat dan efisien. Kerja sama tim yang solid dan komunikasi yang baik adalah kunci keberhasilan mereka.
Peran guru pendamping dalam lomba ini tak kalah penting. Novianti Asmarani, S. Pd., seorang guru yang mendampingi Vania dan Ito, memberikan arahan dan dukungan yang sangat berarti bagi siswa-siswinya. Novianti tidak hanya mengajarkan aspek teknis, tetapi juga memotivasi dan membimbing Vania dan Ito untuk tidak mudah menyerah meski tantangan semakin sulit. Keberhasilan yang diraih oleh tim ini juga tidak lepas dari peran aktif Novianti dalam memberikan pembekalan ilmu dasar mengenai koding dan robotik.
Bagi Novianti, lomba ini lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada siswa-siswi bahwa belajar teknologi dan robotik bisa menyenangkan, serta memberikan mereka pengalaman berharga yang dapat digunakan di masa depan. Dengan sabar dan telaten, Novianti memotivasi Vania dan Ito untuk terus belajar dan mencoba, menjadikan mereka lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan dunia teknologi.
Lomba ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi lebih kepada semangat belajar dan berbagi. Para peserta lomba, baik dari SD Kristen YBPK Surabaya maupun sekolah lainnya, sangat antusias mempelajari koding dan robotik. Sebelumnya, pada hari pertama dan kedua, kegiatan ini telah berhasil menarik perhatian berbagai pihak, termasuk para kepala sekolah TK dan siswa SD yang hadir dengan penuh semangat.
Dalam lomba tersebut, setiap tim yang berpartisipasi diminta untuk merakit robot yang dapat bergerak dengan memindahkan bunga dan pohon yang sudah ditata, serta memindahkannya ke tempat yang telah ditentukan. Proses ini menguji kemampuan dalam hal desain robot, kontrol, dan kecepatan. Para peserta juga diberi tantangan untuk menyelesaikan lomba tersebut dengan cepat dan tepat. Lomba ini menjadi ajang yang sangat menarik dan penuh antusiasme.
Bagi para siswa SD Kristen YBPK Surabaya, pengalaman ini merupakan langkah awal yang sangat berharga dalam mengenal dan memahami lebih dalam tentang dunia teknologi dan robotik. Selain meningkatkan kemampuan teknis, lomba ini juga mengasah keterampilan sosial, terutama dalam hal kerjasama tim.
Acara ini adalah hasil dari kolaborasi antara FKIP UKWMS dan Rumah Edukasi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dunia koding dan robotik. Pada 16 hingga 18 Oktober 2025, lebih dari seratus siswa dari berbagai sekolah di Surabaya hadir di Auditorium Santo Albertus, UKWMS, untuk mengikuti rangkaian acara yang menginspirasi ini.
Pada hari pertama, para kepala sekolah TK diberi kesempatan untuk memahami lebih dalam mengenai teknologi dalam pendidikan anak usia dini, sementara pada hari kedua, kegiatan ini melibatkan para siswa SD yang dengan penuh antusias belajar koding dan robotik, serta mengikuti lomba yang memacu kreativitas dan kemampuan berpikir logis mereka.
Dengan kegiatan ini, FKIP UKWMS dan Rumah Edukasi berharap bisa menginspirasi lebih banyak sekolah untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran mereka. Terutama dalam mempersiapkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan teknologi di masa depan. Bagi siswa seperti Vania dan Ito, pengalaman ini akan membuka banyak peluang untuk terus mengembangkan minat mereka di bidang teknologi.
Bagi orang tua dan guru, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya memberikan dukungan dan kesempatan kepada anak-anak untuk mengeksplorasi dunia baru, terutama dunia teknologi yang semakin berkembang pesat. Keberhasilan Vania dan Ito adalah bukti nyata bahwa dengan bimbingan yang tepat, siswa muda pun bisa mengatasi tantangan besar dan meraih prestasi.
Keberhasilan SD Kristen YBPK Surabaya meraih Juara 3 dalam Lomba Koding & Robotik ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang perjalanan pembelajaran yang menginspirasi banyak pihak. Dengan bimbingan guru pendamping yang penuh semangat dan kerja keras tim yang luar biasa, Vania dan Ito telah membuktikan bahwa belajar koding dan robotik tidak hanya seru, tetapi juga memberikan bekal yang sangat berguna untuk masa depan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa dengan semangat dan kolaborasi yang baik antara sekolah, siswa, dan para pendidik, tak ada yang tidak mungkin. Ini adalah langkah awal yang gemilang dalam mempersiapkan generasi masa depan yang siap menghadapi dunia teknologi.