
Malang – Perayaan Natal bukan sekadar “acara tahunan”. Tetapi menjadi momentum kembali yang menghangatkan relasi, mempertemukan kembali keluarga besar pelayanan, dan menyuntikkan harapan baru untuk melangkah ke tahun berikutnya. Nuansa kebersamaan dalam Natal Bersama Organ Yayasan Badan Pendidikan Kristen Greja Kristen Jawi Wetan (YBPK-GKJW), yang menghadirkan Pembina, Pengurus, dan Pengawas YBPK-GKJW beserta keluarga masing-masing.
Rangkaian acara yang dikemas dalam ibadah melalui pujian dan hikmah Natal yang dipimpin langsung oleh Ibu Pdt. Nicky dengan renungan yang dilengkapi dengan games yang menarik dan membangun kembali hubungan dan pentingnya kebersamaan keluarga Organ YBPK-GKJW.
Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu Tanggal 10 Januari 2026, pukul 10.00 WIB, bertempat di Depot 88, Jl. Raya Tidar No. 21, Malang. Natal Organ YBPK dihadiri oleh Pengawas, Pembina dan Pengurus bersama dengan pasangan (suami/istri/anak). Kebersamaan dalam keluarga sebagai bentuk sipport system keluarga dalam mendukung kegiatan pelayanan dan pengembangan sekolah-sekolah dibawah naungan YBPK.
Rangkaian acara dalam Natal Bersama Organ YBPK-GKJW antara lain:
Sambutan dari Pembina
Sambutan dan doa pembukaan disampaikan oleh Pdt. Widi Nugroho menjadi penanda arah: apa yang patut disyukuri, apa yang perlu dijaga, dan apa yang harus dibangun bersama. Pelayanan berjalan bukan karena hebatnya satu dua orang, tetapi karena kesetiaan banyak tangan.
Renungan singkat
Renungan singkat mengajak semua yang hadir kembali ke inti: Natal bukan hanya perayaan, melainkan kabar baik tentang kehadiran Tuhan yang merangkul manusia apa adanya, lalu mengubahnya menjadi lebih baik. Renungan dikemas dengan lebih menarik melalui kotbah dan permainan yang menguatkan makna yang ingin disampaikan melalui permainan “lempar pertanyaan” dan “gerak berantai” yang memberi makna dan pengalaman secara mendalam.
Dalam suasana yang hangat bukan di podium besar, tetapi di antara orang-orang yang saling mengenal Pengurus menyampaikan mimpinya: suatu hari, Natal Bersama tidak hanya menjadi momen Organ YBPK Pusat, tetapi juga bisa dirayakan bersama Pengurus Cabang. Mimpi itu terdengar sederhana, tetapi siapa yang pernah mengurus organisasi tahu: menyatukan jadwal, menyatukan tempat, menyatukan energi, dan menyatukan semangat lintas wilayah bukan pekerjaan ringan.
Namun mimpi yang lahir dari niat baik sering menemukan jalannya.
Kalimat yang kemudian menjadi doa bersama pun menguat. Sebuah doa yang tidak dibuat-buat. Doa yang lahir dari keyakinan bahwa hal baik layak diperjuangkan bersama.
Dan harapan itu bukan berhenti sebagai wacana. Ia menjadi arah. Ia menjadi rencana. Ia menjadi komitmen.
Sehingga, seperti cerita yang ingin ditulis ulang setiap tahun, mimpi itu diyakini akan terwujud pada perayaan Natal tahun berikutnya: Natal bersama yang lebih luas, lebih merangkul, lebih menyatukan. Dari Malang, semangatnya bisa menjalar.
Ada alasan mengapa Natal Bersama YBPK-GKJW layak dipandang sebagai lebih dari sekadar acara seremonial.
Pertama, YBPK-GKJW bergerak dalam pelayanan pendidikan dan pembinaan. Dunia pendidikan menuntut ketekunan, kerja sunyi, dan konsistensi. Natal menjadi momen “berhenti sejenak” untuk mengingat mengapa semua itu dijalankan: demi memuliakan Tuhan dan melayani sesama.
Kedua, perjumpaan keluarga besar Pembina, Pengurus, dan Pengawas menguatkan jejaring emosional. Dalam organisasi, yang sering membuat bertahan bukan hanya SOP, tetapi rasa memiliki. Natal bersama membangun rasa memiliki itu.
Ketiga, ada aspek regenerasi dan keteladanan. Ketika keluarga ikut hadir, anak-anak melihat contoh: bahwa pelayanan dan kebersamaan bukan slogan. Mereka melihatnya nyata—dalam salam, dalam doa, dalam tertawa bersama.
Jika ada satu kata untuk merangkum Natal bersama ini, mungkin “pulang”. Pulang ke nilai, pulang ke relasi, pulang ke panggilan.
Natal Bersama Organ YBPK-GKJW bukan sekadar pertemuan Pembina, Pengurus, dan Pengawas. Ia adalah ruang untuk menyambung yang sempat longgar, menguatkan yang mulai lelah, dan menyalakan kembali mimpi yang sempat disimpan.
Dan bila benar mimpi Pak Ketua akan terwujud tahun depan—Natal bersama hingga Pengurus Cabang—maka perayaan 10 Januari 2026 ini akan dikenang sebagai salah satu “titik awal” yang bermakna. Sebab Tuhan kerap memulai perkara besar dari meja makan yang sederhana, dari tawa yang jujur, dan dari doa yang kompak: Gusti mberkahi.