
GKJW Sidorejo menjadi saksi momen penting estafet pelayanan dalam kegiatan Lepas Lantik Pengurus Cabang YBPK GKJW Bulusari periode 2025–2030 yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026. Tidak berhenti pada seremoni, kegiatan ini dilanjutkan dengan pembinaan dan pendampingan intensif yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan pelayanan pendidikan Kristen di wilayah Kediri.
Ibadah lepas lantik dipimpin oleh Bapak Pdt. David Prasetyawan, S.Si dengan perenungan Firman Tuhan dari Yohanes 13:31–35 tentang perintah untuk saling mengasihi. Nilai kasih ditegaskan sebagai fondasi utama dalam pelayanan YBPK GKJW.
Pengurus Cabang YBPK GKJW Bulusari periode 2020–2025 yang dilepas:
Pengurus Cabang YBPK GKJW Bulusari periode 2025–2030 yang dilantik:
Dalam sambutannya, Bapak Heru Dwi Siswanto menyampaikan rasa syukur atas kesempatan melayani kembali, sementara Bapak Pdt. Widi Nugroho, S.Si menegaskan pentingnya kesinambungan pelayanan dan mengapresiasi dukungan GKJW Sidorejo.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus Pusat YBPK GKJW, antara lain:
Berbeda dari sekadar seremonial, kegiatan ini dilanjutkan dengan pembinaan (sarasehan) yang terstruktur dan menyasar tiga elemen penting: pengurus cabang, kepala sekolah, dan guru.
Pembinaan ini diikuti oleh pengurus dari 9 cabang wilayah Kediri, yaitu Pare, Sidorejo, Sambirejo, Kediri, Sindurejo, Purworejo, Purwoharjo, Wonoasri, dan Gedangan.
Kelas pengurus cabang dipandu oleh:
Materi utama berfokus pada pemahaman Anggaran Rumah Tangga YBPK GKJW 2025. Diskusi berjalan interaktif, membahas:
Dampak nyata:
Kelas kepala sekolah dipandu oleh Ibu Tutut dengan tema kepemimpinan pembelajaran. Sebanyak 19 kepala sekolah mengikuti sesi ini.
Fokus pembinaan:
Dampak nyata:
Kelas guru dipandu oleh Ibu Warih dengan materi Kompetensi Sosial Emosional, diikuti oleh 105 guru.
Fokus pembinaan:
Dampak nyata:
Pembinaan pasca lepas lantik ini menunjukkan bahwa YBPK GKJW tidak hanya menekankan regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memastikan kesiapan nyata dalam menjalankan pelayanan.
Pendekatan terpadu antara pengurus, kepala sekolah, dan guru menjadi kekuatan utama dalam menjaga kualitas pendidikan Kristen. Dengan dasar kasih, seperti yang ditegaskan dalam Firman Tuhan, pelayanan tidak hanya berlanjut, tetapi juga bertumbuh lebih kuat, terarah, dan berdampak.
Kegiatan ini menjadi model strategis bahwa setiap proses lepas lantik harus diikuti dengan pembinaan yang konkret, sehingga estafet pelayanan benar-benar menghasilkan perubahan yang nyata di lapangan.