
Malang — Pelayanan pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, administrasi sekolah, atau pergantian jabatan. Lebih dari itu, pelayanan pendidikan adalah ruang iman, tempat harapan terus dirawat bahkan ketika sebuah lembaga sedang berada dalam masa transisi. Semangat itulah yang terasa dalam ibadah Pelantikan Pejabat Sementara Kepala Sekolah TK Gracia dan SD Kristen Ngaglik YBPK GKJW Cabang Sukun, yang dilaksanakan di GKJW Jemaat Sukun.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi YBPK GKJW Cabang Sukun dalam menjaga kesinambungan pelayanan pendidikan. Di tengah dinamika sekolah dan kebutuhan akan kepemimpinan yang tetap hadir, pelantikan Pejabat Sementara Kepala Sekolah menjadi tanda bahwa pelayanan tidak boleh berhenti. Sekolah harus tetap berjalan, anak-anak harus tetap dilayani, guru-guru tetap didampingi, dan orang tua tetap mendapatkan kepastian bahwa proses pendidikan berada dalam arah yang baik.
Ibadah pelantikan dilayani oleh Pdt. Gideon Buono. Firman Tuhan yang menjadi dasar perenungan diambil dari Yehezkiel 37:1–14, Roma 8:6–11, dan Yohanes 11:1–45. Ketiga bacaan ini menghadirkan pesan yang kuat tentang kehidupan, pemulihan, dan pengharapan. Yehezkiel menyaksikan lembah penuh tulang kering. Roma berbicara tentang hidup oleh Roh. Yohanes mencatat kisah Lazarus, orang yang dikasihi Yesus, yang telah mati namun dipanggil kembali kepada kehidupan.
Dari firman tersebut, renungan bertema “Bisakah Yang Mati Hidup Lagi?” menjadi sangat relevan bagi pelayanan pendidikan YBPK GKJW Cabang Sukun. Pertanyaan ini bukan sekadar pertanyaan teologis, tetapi juga pertanyaan iman yang menyentuh kehidupan nyata. Ketika keadaan tampak sulit, ketika semangat pelayanan melemah, ketika masa depan terlihat tidak pasti, apakah masih ada harapan? Jawaban iman Kristen jelas: di dalam Tuhan Yesus, harapan itu selalu ada.
Dalam ibadah tersebut, Meilia Damayanti, S.Si (Teol) dilantik sebagai Pejabat Sementara Kepala Sekolah TK Gracia. Sementara itu, Beti Ardiningsih, S.Pd, Gr dilantik sebagai Pejabat Sementara Kepala Sekolah SD Kristen Ngaglik. Keduanya menerima amanah pelayanan dalam masa transisi kepemimpinan sekolah, dengan tanggung jawab menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dan memastikan roda pelayanan pendidikan tetap berjalan.
Sebagai Pejabat Sementara Kepala Sekolah, keduanya memiliki tugas penting, antara lain menjalankan tugas rutin kepala sekolah, menjaga kelancaran kegiatan belajar mengajar, mengelola administrasi sekolah secara terbatas, serta mempersiapkan program Penerimaan Murid Baru tahun ajaran 2026/2027. Tugas ini menuntut kesetiaan, ketelitian, dan kemampuan merawat kepercayaan seluruh warga sekolah.
Penetapan Pejabat Sementara Kepala Sekolah memiliki arti yang strategis. Sekolah tidak boleh kehilangan arah hanya karena sedang berada dalam masa peralihan. Anak-anak tetap membutuhkan ruang belajar yang aman dan penuh kasih. Guru-guru membutuhkan pendampingan serta koordinasi yang jelas. Orang tua juga membutuhkan keyakinan bahwa pendidikan anak-anak mereka tetap berjalan dengan baik.
Karena itu, kehadiran Pjs Kepala Sekolah TK Gracia dan Pjs Kepala Sekolah SD Kristen Ngaglik menjadi bentuk tanggung jawab organisasi. YBPK GKJW Cabang Sukun menunjukkan bahwa pelayanan pendidikan harus tetap tertata, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam masa transisi, kepemimpinan sementara bukan sekadar pengisi kekosongan, tetapi penjaga kehidupan sekolah.
Rangkaian pelantikan Pejabat Sementara Kepala Sekolah SD Kristen Ngaglik juga diwarnai dengan momen pelepasan kepala sekolah sebelumnya. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, prosesi tersebut berlangsung dalam suasana sederhana, hangat, dan penuh rasa hormat. Ruang kelas yang menjadi tempat kegiatan tampak mencerminkan identitas sekolah dasar Kristen yang dekat dengan dunia anak-anak: penuh warna, dekorasi kreatif, serta suasana yang akrab dan membumi.
Momen pelepasan ini menjadi bagian penting dari perjalanan pelayanan SD Kristen Ngaglik. Di hadapan pengurus, perwakilan jemaat, guru, dan warga sekolah yang hadir, pelepasan kepala sekolah sebelumnya tidak hanya dimaknai sebagai akhir dari sebuah masa tugas. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi, kerja keras, dan kesetiaan dalam mendampingi proses pendidikan di lingkungan YBPK GKJW Cabang Sukun.
Dalam dokumentasi tersebut, tampak suasana prosesi berlangsung dengan khidmat. Para pihak yang hadir mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh perhatian. Hal ini menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan di SD Kristen Ngaglik tidak dilakukan semata-mata sebagai agenda administratif, melainkan sebagai peristiwa pelayanan yang menempatkan penghargaan, doa, dan tanggung jawab bersama sebagai nilai utama.
Pelepasan kepala sekolah sebelumnya menjadi pengingat bahwa setiap pemimpin meninggalkan jejak pelayanan. Jejak itu dapat berupa keteladanan, pendampingan kepada guru, perhatian kepada peserta didik, serta upaya menjaga keberlangsungan sekolah di tengah berbagai tantangan. Karena itu, kehadiran Beti Ardiningsih, S.Pd, Gr sebagai Pejabat Sementara Kepala Sekolah SD Kristen Ngaglik diharapkan dapat melanjutkan pelayanan yang telah dibangun sebelumnya dengan semangat baru, namun tetap berakar pada kasih dan tanggung jawab.
Dalam sambutannya, perwakilan PHMJ GKJW Sukun, Bapak Iwut, menyampaikan ucapan selamat kepada kedua Pejabat Sementara Kepala Sekolah yang baru dilantik. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama yang terus dijaga antara jemaat dan pihak sekolah. Pesan ini menjadi pengingat bahwa sekolah YBPK GKJW tidak berdiri sendiri. Sekolah bertumbuh dalam relasi yang erat dengan gereja, jemaat, guru, orang tua, dan seluruh unsur pelayanan yang mendukungnya.
Dari Pengurus Cabang YBPK GKJW Sukun, Ibu Marta menyampaikan keyakinan bahwa ke depan unit sekolah akan menjadi semakin baik. Ucapan “selamat melayani” yang disampaikan bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga dukungan moral bagi para pemimpin baru. Dalam konteks sekolah, kepemimpinan yang baik tidak lahir dari kekuatan satu orang saja, melainkan dari kebersamaan yang mau saling menopang.
Sementara itu, Ibu Denise dari Pengurus Pusat YBPK GKJW turut memberikan sambutan dengan pesan singkat namun penuh makna: selamat melayani dan Tuhan memberkati. Pesan tersebut menegaskan bahwa tugas sebagai kepala sekolah, meskipun dalam status pejabat sementara, tetap merupakan panggilan pelayanan yang harus dijalankan dengan kesungguhan, kehati-hatian, dan iman.
Pelantikan ini juga memperlihatkan bahwa regenerasi dalam lingkungan YBPK GKJW tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar dan meriah. Kadang, regenerasi hadir melalui keputusan yang sederhana tetapi penting: memastikan ada pemimpin yang menjaga ritme sekolah, mendampingi guru, menyapa anak-anak, menguatkan orang tua, dan menata administrasi agar pelayanan tidak kehilangan arah.
TK Gracia dan SD Kristen Ngaglik memiliki ruang pelayanan yang berbeda, tetapi keduanya berada dalam napas yang sama: menghadirkan pendidikan Kristen yang berakar pada kasih, tanggung jawab, dan pengharapan. TK Gracia menjadi ruang awal bagi anak-anak mengenal dunia belajar dengan sukacita. SD Kristen Ngaglik menjadi tempat anak-anak bertumbuh dalam pengetahuan, karakter, dan nilai iman.
Karena itu, kepemimpinan yang hadir di kedua unit ini diharapkan mampu merawat bukan hanya kegiatan sekolah, tetapi juga suasana batin pelayanan. Kepala sekolah tidak hanya mengatur jadwal, administrasi, atau program sekolah. Kepala sekolah juga dipanggil untuk menjaga semangat guru, membangun komunikasi dengan orang tua, serta memastikan anak-anak mengalami pendidikan sebagai ruang pertumbuhan yang aman dan penuh kasih.
Pelepasan dan pelantikan dalam satu rangkaian kegiatan memperlihatkan adanya estafet kepemimpinan yang dijalankan secara tertib dan penuh penghormatan. Kepala sekolah yang dilepas diberi ruang untuk dikenang pengabdiannya, sementara pemimpin sementara yang baru diteguhkan menerima mandat untuk menjaga keberlanjutan pelayanan pendidikan.
Dengan demikian, momen ini menjadi tanda bahwa SD Kristen Ngaglik dan TK Gracia tidak sedang berhenti, melainkan sedang memasuki babak baru. Di tengah perubahan kepemimpinan, sekolah tetap dipanggil untuk melayani anak-anak, mendampingi guru, membangun kepercayaan orang tua, dan menghadirkan pendidikan Kristen yang hidup, penuh kasih, serta berpengharapan.
Renungan “Bisakah Yang Mati Hidup Lagi?” menjadi penutup sekaligus pembuka. Ia menutup cara pandang lama yang mudah menyerah pada keadaan, dan membuka cara pandang baru bahwa Tuhan dapat bekerja melampaui keterbatasan manusia. Jika tulang-tulang kering dapat menerima napas kehidupan, jika Lazarus dapat dipanggil keluar, maka sekolah-sekolah yang sedang berjuang pun dapat mengalami pemulihan, pertumbuhan, dan pembaruan.
Melalui pelantikan ini, YBPK GKJW Cabang Sukun menegaskan kembali komitmennya untuk tidak berhenti melayani. Dengan dilantiknya Meilia Damayanti, S.Si (Teol) sebagai Pejabat Sementara Kepala Sekolah TK Gracia dan Beti Ardiningsih, S.Pd, Gr sebagai Pejabat Sementara Kepala Sekolah SD Kristen Ngaglik, harapan baru ditanamkan. Bukan harapan yang kosong, melainkan harapan yang dikerjakan melalui kerja sama, ketekunan, doa, dan kesetiaan dalam tugas sehari-hari.
Akhirnya, pelantikan ini menjadi pengingat bagi seluruh warga YBPK GKJW Cabang Sukun bahwa masa depan sekolah tidak hanya ditentukan oleh program, angka, atau struktur. Masa depan sekolah juga ditentukan oleh iman yang terus menyala, kerja sama yang terus dijaga, dan keberanian untuk terus melayani meskipun berada dalam masa peralihan.
Di dalam Tuhan Yesus, selalu ada harapan. Dan dari harapan itulah pelayanan pendidikan terus dilanjutkan.