
Wonorejo Situbondo menjadi saksi momentum penting dalam keberlanjutan pelayanan pendidikan YBPK GKJW melalui rangkaian kegiatan lepas lantik Kepala SMP Kristen YBPK pada 24–25 Januari 2026 di GKJW Wonorejo Situbondo. Tidak sekadar seremonial pergantian jabatan, kegiatan ini dirancang sebagai proses regenerasi yang disertai pembinaan langsung dari Pengurus Pusat kepada seluruh elemen pendidikan.
Acara ini dihadiri oleh Pengurus YBPK GKJW Pusat, Pengurus Cabang, pendeta, kepala sekolah, guru, serta siswa. Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan bahwa tata kelola pendidikan YBPK GKJW bersifat kolektif, integratif, dan berbasis pelayanan iman.
Satu hari sebelum prosesi lepas lantik, Pengurus Pusat YBPK GKJW telah tiba di Wonorejo Situbondo dan langsung melaksanakan pembinaan intensif pada Sabtu sore. Pembinaan dibagi dalam tiga kelas strategis:
Diskusi berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai, menunjukkan komitmen pembinaan yang tidak bersifat formalitas, tetapi substantif dan aplikatif.
Model pembinaan ini memiliki koneksi langsung dengan agenda regenerasi kepemimpinan. Pergantian jabatan tidak berdiri sendiri, tetapi diikuti dengan penguatan kapasitas, penyelarasan visi, dan standardisasi tata kelola di seluruh lini.
Prosesi lepas lantik dilaksanakan pada hari Minggu, dipimpin oleh Pdt. Yedija Pramudya Wardhana, S.Fil. Firman Tuhan yang diangkat dalam tema “Pro Eksistensi” (Yesaya 9:1–4; 1 Korintus 1:10–18; Matius 4:12–23) menekankan bahwa setiap pelayan adalah rekan sekerja Allah.
Dalam khotbah ditegaskan bahwa panggilan pelayanan tidak ditentukan oleh latar belakang profesi atau status sosial. Sebagaimana para murid yang berasal dari kalangan nelayan, setiap orang dipanggil untuk ambil bagian dalam karya Tuhan. Perspektif ini menjadi dasar teologis bagi kepemimpinan pendidikan di YBPK GKJW: pelayanan adalah anugerah sekaligus tanggung jawab.
Pelaksanaan lepas lantik didasarkan pada Surat Keputusan resmi Pengurus Pusat YBPK GKJW:
Kedua keputusan ini merujuk pada Anggaran Rumah Tangga YBPK GKJW Tahun 2025, khususnya Bab IV Pasal 38 dan 39, yang mengatur mekanisme pengangkatan dan pemberhentian kepala sekolah.
Adapun pejabat yang dilepas dan dilantik adalah:
Lucia Mega Yuliana, S.Pd secara resmi diangkat sebagai Kepala SMP Kristen YBPK Cabang Wonorejo Situbondo untuk masa jabatan 04 Januari 2026 hingga 04 Januari 2029.
Jika ditarik dari berbagai kegiatan serupa di cabang lain—seperti di Tunjungsekar, Surabaya, Kediri, Sukun-Peniwen, Tambakasri, hingga Ponorogo—terlihat pola yang konsisten: setiap lepas lantik selalu diiringi dengan pembinaan.
Hal ini menunjukkan bahwa YBPK GKJW tidak hanya menekankan aspek administratif pergantian jabatan, tetapi juga:
Pembinaan menjadi instrumen strategis untuk memastikan kesinambungan visi organisasi dari pusat hingga unit sekolah.
Melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, YBPK GKJW menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan organisatoris.
Lepas lantik di Wonorejo Situbondo menjadi contoh konkret bahwa regenerasi kepemimpinan yang disertai pembinaan intensif akan menghasilkan sinergi yang lebih solid antara pengurus pusat, pengurus cabang, dan satuan pendidikan.
Dengan fondasi tersebut, diharapkan SMP Kristen YBPK Wonorejo Situbondo mampu berkembang sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai pelayanan Kristiani.