cropped-cropped-logo-ybpk.png
Loading ...

Dari Surabaya untuk Dunia: Tim Riset YBPK GKJW Surabaya Tiba di Bali, Siap Guncang Panggung ISIF 2025!

Dari Surabaya untuk Dunia: Tim Riset YBPK GKJW Surabaya Tiba di Bali, Siap Guncang Panggung ISIF 2025!

Dok. TK YBPK Surabaya

BALI, Denpasar – Suasana kedatangan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, terasa berbeda sore ini. Di tengah hiruk-pikuk wisatawan mancanegara, sekelompok pelajar dengan seragam identitas yang khas tampak melangkah pasti sambil membawa koper-koper berisi prototipe inovasi masa depan. Mereka bukan sekadar pelancong; mereka adalah “pasukan khusus” riset dari Yayasan Badan Pendidikan Kristen Greja Kristen Jawi Wetan (YBPK GKJW) Surabaya yang siap bertarung di kancah dunia.

Tepat hari ini, Rabu, 12 November 2025, seluruh kontingen yang terdiri dari siswa level SD, SMP, hingga SMA YBPK GKJW Surabaya telah menjejakkan kaki di Pulau Dewata. Kedatangan mereka menandai dimulainya babak baru pembuktian kualitas pendidikan berbasis riset di Surabaya dalam ajang bergengsi International Science and Invention Fair (ISIF) 2025.

Panggung Megah: Menantang Dunia di ISIF 2025

Berdasarkan jadwal resmi kompetisi, Bali kembali menjadi tuan rumah bagi International Science and Invention Fair (ISIF). Ajang yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) ini dikenal sebagai salah satu olimpiade penelitian terbesar di Asia. Tahun ini, kompetisi diprediksi mempertemukan lebih dari 700 tim dari 24 negara, termasuk raksasa inovasi pelajar dari Thailand, Malaysia, Korea Selatan, hingga Turki.

Bagi para delegasi YBPK GKJW Surabaya, tanggal 12 November adalah hari krusial untuk registrasi ulang dan persiapan stan pameran (booth setup) sebelum penjurian ketat dimulai. Keikutsertaan sekolah ini mencakup seluruh jenjang pendidikan—sebuah langkah berani yang jarang dilakukan oleh institusi pendidikan lain. Biasanya, sekolah hanya mengirimkan satu jenjang, namun YBPK GKJW Surabaya membuktikan bahwa regenerasi peneliti muda mereka berjalan mulus dari tingkat dasar hingga menengah atas.

Dok. YBPK Surabaya
Dok. YBPK Surabaya

Tiket Emas dari Kemenangan Nasional

Langkah tegap para siswa menuju Bali tidak terjadi secara instan. Keberangkatan ini adalah buah manis dari kerja keras berbulan-bulan yang telah teruji di level nasional. Sebelumnya, tim riset ini telah mencetak sejarah gemilang dengan menyapu bersih penghargaan di ajang National Young Inventors Award (NYIIA) dan World Young Inventors Exhibition pertengahan tahun ini.

Mengutip rekam jejak digital prestasi mereka, konsistensi YBPK GKJW Surabaya dalam mendominasi podium riset nasional menjadi modal kepercayaan diri yang kuat. Dalam artikel terkait prestasi sebelumnya, terlihat bahwa sekolah ini tidak hanya fokus pada teori di kelas, tetapi mendorong siswa menciptakan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan dan sosial. Inovasi mereka yang kerap menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi tepat guna menjadi kunci sukses yang meloloskan mereka ke panggung internasional di Bali.

(Referensi prestasi sebelumnya: Dominasi sekolah-sekolah Jawa Timur dalam ajang OPSI dan NYIIA 2025 menjadi latar belakang kuat mengapa delegasi Surabaya ini sangat diperhitungkan oleh kompetitor asing).

Mengapa Kompetisi Ini Penting? Analisis Pakar

Keikutsertaan dalam lomba riset tingkat internasional seperti ISIF bukan sekadar berburu medali. Lebih dari itu, ini adalah laboratorium karakter yang nyata.

Profesor Rhenald Kasali, seorang akademisi dan praktisi manajemen yang kerap menyoroti pentingnya mindset perubahan, dalam berbagai kesempatan sering menekankan bahwa masa depan milik mereka yang adaptif dan inovatif.

“Pendidikan hari ini bukan lagi tentang menghafal, melainkan tentang ‘connecting the dots’. Ketika siswa diajak melakukan riset, mereka belajar empati terhadap masalah sekitar, berpikir kritis mencari solusi, dan berani mengujinya. Kompetisi internasional memaksa mereka keluar dari zona nyaman dan melihat standar global,” ujar pandangan umum para pakar pendidikan progresif mengenai metode Project Based Learning.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, dalam beberapa wawancara media terkait talenta muda (2024-2025), konsisten menegaskan bahwa pembibitan periset harus dimulai sejak dini.

Baca Juga  Perkembangan Luar Biasa Anak Berkebutuhan Khusus di SD YBPK Semampir Kediri: Menjadi Inspirasi bagi Pendidikan Inklusif

“Riset melatih logika dan integritas. Anak-anak yang terbiasa dengan metode ilmiah tidak akan mudah termakan hoaks dan akan menjadi pemecah masalah yang handal di masa depan, apapun profesi mereka nanti,” ungkap pandangan ahli terkait urgensi riset bagi pelajar.

Inilah manfaat terbesar bagi YBPK GKJW. Dengan mengirimkan siswa ke Bali, sekolah ini sedang menanamkan investasi jangka panjang. Siswa tidak hanya belajar sains, tetapi juga diplomasi, kemampuan bahasa Inggris aktif saat mempresentasikan karya di depan juri asing, serta mentalitas juara yang tidak mudah menyerah.

Dok. YBPK Surabaya
Dok. YBPK Surabaya

Transformasi Pendidikan di YBPK GKJW Surabaya

Langkah YBPK GKJW Surabaya mengirimkan kontingen lengkap dari SD, SMP, hingga SMA menunjukkan adanya kurikulum yang terintegrasi. Ini adalah bukti bahwa budaya meneliti bukan lagi eksklusivitas mahasiswa, tapi sudah menjadi makanan sehari-hari siswa sekolah dasar di lingkungan YBPK.

Di ajang ISIF 2025 Bali, kategori yang biasanya dilombakan meliputi Life Science, Environmental Science, Technology, Mathematics, hingga Social Science. Tim riset YBPK diprediksi akan menampilkan inovasi yang relevan dengan isu keberlanjutan (Sustainability Development Goals/SDGs), sebuah topik yang sangat “seksi” dan bernilai tinggi di mata juri internasional.

Manfaat strategis bagi institusi YBPK GKJW pun sangat besar:

  1. Branding Global: Membuktikan bahwa sekolah berbasis agama mampu bersaing dalam sains dan teknologi mutakhir.
  2. Jejaring Internasional: Membuka peluang kolaborasi dengan institusi pendidikan luar negeri yang hadir di Bali.
  3. Validasi Kualitas: Prestasi di Bali akan menjadi stempel validasi bahwa proses belajar mengajar di YBPK telah melampaui standar nasional.

Dukungan dan Harapan

Saat matahari terbenam di Pantai Kuta, para siswa ini mungkin sedang melakukan gladi resik terakhir di kamar hotel mereka. Menyusun alat peraga, melatih intonasi presentasi bahasa Inggris, dan memastikan setiap data riset mereka valid.

Masyarakat Surabaya dan komunitas pendidikan Kristen di Indonesia patut berbangga dan memberikan dukungan penuh. Apa yang dilakukan oleh tim riset YBPK GKJW di Bali mulai besok adalah perjuangan mengharumkan nama bangsa. Mereka membuktikan bahwa generasi muda Indonesia, khususnya dari YBPK, bukanlah generasi yang pasif, melainkan generasi penemu.

Selamat berjuang, Tim Riset YBPK GKJW! Bali menjadi saksi, dunia menanti inovasimu.

Referensi Bacaan Terkait & Sumber Data:

  • Jadwal & Agenda ISIF 2025 (Indonesian Young Scientist Association).
  • Track Record Prestasi: Sekolah YBPK GKJW – Prestasi Gemilang Invensi 2025
  • Konteks Regional: BeritaJatim – Jatim Juara Umum OPSI dan Dominasi Riset Pelajar (2025).
  • Perspektif Ahli: Jurnal Psikologi Pendidikan tentang Manfaat “Inquiry-Based Learning” dan Lomba Riset bagi Karakter Siswa.