
BALI – Sebuah babak baru dalam dunia riset pelajar Indonesia baru saja dituliskan dengan tinta emas. Tepat pada 14 November 2025, panggung International Science and Invention Fair (ISIF) 2025 di Bali menjadi saksi bisu kejeniusan siswa-siswi dari Yayasan Badan Pendidikan Kristen Greja Kristen Jawi Wetan (YBPK GKJW) Cabang Surabaya.
Membawa tiga proyek inovatif yang berakar pada kearifan lokal namun dengan solusi global, tim riset ini tidak hanya pulang membawa medali, tetapi juga membawa harapan besar bagi kemajuan masyarakat Indonesia. Mari kita bedah lebih dalam riset mereka yang memukau dunia.
Unit SMA Kristen YBPK 1 Surabaya menghadirkan inovasi di bidang Life Science yang sangat relevan dengan tren industri kosmetik masa kini. Mengambil inspirasi dari tanaman khas Surabaya, Semanggi (Marsilea crenata), mereka menciptakan Clovera Nano Spray.
Manfaat Nyata: Secara medis, teknologi nano memungkinkan zat aktif meresap lebih dalam ke lapisan dermis kulit dibandingkan krim konvensional. Jika diimplementasikan secara luas, produk ini bisa menjadi alternatif solusi herbal peremajaan kulit yang aman dan ekonomis, sekaligus mengangkat nilai ekonomi tanaman lokal yang selama ini hanya dikenal sebagai bahan kuliner pecel.
Di kategori Social Science, tim SMP Kristen YBPK I Surabaya menyoroti ketimpangan ekonomi digital yang dialami nelayan tradisional di kawasan Kenjeran melalui platform EcoFish Kenjeran.
Tak mau kalah, peneliti cilik dari SD Kristen YBPK Surabaya membuktikan bahwa usia bukan batasan untuk menjaga warisan budaya melalui proyek SuryoStory.
Manfaat Nyata: Riset menunjukkan bahwa anak-anak di era gen-alpha lebih cepat menyerap nilai moral dan sejarah melalui media digital. SuryoStory hadir sebagai alat bantu edukasi yang menyenangkan, memastikan generasi muda tidak kehilangan identitas budayanya di tengah gempuran budaya asing.
Kesuksesan ini bukan kebetulan. Dunia penelitian saat ini memang sedang menggeser fokusnya pada solusi yang bersifat sustainable (berkelanjutan). Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, menegaskan:
“Penelitian adalah sebuah pemikiran kritis untuk menemukan kebenaran. Kebutuhan akan wadah sains project antar siswa seperti ini sangat krusial sebagai forum bagi mereka untuk terus berinovasi di dunia riset yang dinamis.”
Selaras dengan itu, Nelson Mandela pernah berujar bahwa “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.” Siswa YBPK Surabaya telah menggunakan “senjata” riset mereka untuk menawarkan perubahan nyata bagi nelayan, pelestarian budaya, hingga kesehatan kulit.
Kemenangan di Bali pada 14 November 2025 ini sejatinya bukan hanya milik tim Surabaya, melainkan milik seluruh keluarga besar YBPK GKJW. Prestasi yang diraih oleh siswa-siswi SD, SMP, dan SMA ini adalah bukti kecil dari besarnya potensi yang dimiliki oleh setiap anak didik di bawah naungan yayasan kita tercinta.
Kami percaya, setiap sekolah YBPK—baik yang berada di tengah hiruk-pikuk kota maupun di keheningan desa—memiliki “mutiara” yang siap bersinar. Apa yang dicapai di Surabaya hanyalah pembuka jalan, sebuah undangan hangat bagi saudara-saudara kami di unit lain untuk turut melangkah bersama di panggung dunia.
Panggilan Berkarya: Mari kita mulai melihat sekeliling. Masalah sederhana di lingkungan sekolah atau gereja bisa menjadi ladang riset yang memberkati banyak orang.
Talenta yang Beragam: Baik di bidang akademik, olahraga, maupun seni, setiap talenta adalah titipan Tuhan yang layak diasah hingga tajam.
Untuk Bapak/Ibu Guru: Terima kasih atas pelayanannya. Mari terus bergandengan tangan menyalakan api keingintahuan di hati para siswa, karena dari ruang kelas kitalah masa depan bangsa dibentuk.
Biarlah medali ini menjadi sukacita kita bersama. Dari rahim YBPK GKJW, mari kita terus lahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga menjadi garam dan terang bagi sesama.
Sumber : https://www.isif.or.id/