cropped-cropped-logo-ybpk.png
Loading ...

Keluguan Anak KB & TK Martha YBPK Sidorejo Jember Nyanyikan "Tuhan Yesus Sertaku" di GKJW Sidorejo

Keluguan Anak KB & TK Martha YBPK Sidorejo Jember Nyanyikan “Tuhan Yesus Sertaku” di GKJW Sidorejo

Dok. TK Martha YBPK Sidorejo Pare

JEMBER – Suasana ibadah hari Minggu di Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sidorejo, Jember, terasa berbeda dan jauh lebih hangat dari biasanya. Jemaat yang hadir disuguhkan dengan sebuah pemandangan yang tidak hanya menyegarkan mata, tetapi juga menyentuh sanubari terdalam. Di depan altar gereja yang megah dengan arsitektur klasiknya, barisan anak-anak kecil dari Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Martha cabang Yayasan Badan Pendidikan Kristen (YBPK) Sidorejo Jember tampil ke depan untuk mengisi puji-pujian.

Kehadiran mereka seketika menyedot perhatian seluruh jemaat. Dengan balutan pakaian yang rapi—anak perempuan dengan gaun warna-warni yang menggemaskan dan anak laki-laki dengan kemeja kasual yang rapi—mereka berdiri membawa semangat pelayanan cilik yang luar biasa. Ibadah hari Minggu tersebut sungguh terasa begitu nyata dan penuh sukacita melalui kepolosan mereka.

Keberanian Mengucapkan Firman: Awal yang Menggelitik dan Mengharukan

Sebelum melantunkan nada, penampilan dibuka dengan sebuah sesi yang menuntut keberanian ekstra bagi anak seusia mereka: hafalan ayat Alkitab. Satu per satu, dengan suara yang khas dan pelafalan yang masih cadel di beberapa kata, mereka mengucapkan ayat-ayat suci.

Beberapa anak tampak berdiri dengan penuh percaya diri, sementara yang lain sesekali melirik ke arah guru pendamping mereka di sisi panggung, mencari validasi dan ketenangan. Momen-momen lucu tak terelakkan. Ada kalanya seorang anak melafalkan ayat dengan sangat cepat seolah sedang berpacu dengan waktu, dan ada pula yang dengan ekspresi wajah sangat serius, mengundang senyum lebar dan tawa tertahan dari bangku jemaat.

Meski diwarnai kepolosan yang mengundang tawa, esensi dari momen ini sangatlah mendalam. Mereka sedang diajarkan untuk berani bersaksi dan meletakkan firman Tuhan di dalam hati mereka sejak usia dini.

Pesan Keamanan Psikologis dalam Lirik "Tuhan Yesus Sertaku"

Puncak dari pelayanan mereka pagi itu adalah ketika alunan musik mulai terdengar. Dengan aba-aba dari sang guru, anak-anak KB dan TK Martha ini mulai menyanyikan lagu berjudul “Tuhan Yesus Sertaku”. Sambil bernyanyi, tangan-tangan mungil mereka bergerak kompak, menunjuk ke atas, memegang dada, dan melambaikan tangan, menciptakan koreografi sederhana yang sangat menyentuh hati.

Berikut adalah lirik lagu yang mereka nyanyikan dengan penuh semangat:

Tuhan Yesus sertaku

Dia s’lalu bersamaku

Tuhan Yesus sertaku

S’lalu bersamaku

Di saat aku tertawa

Di saat aku menangis

Bahkan di saat ku takut

Tuhan s’lalu bersamaku

Di saat aku tertawa

Di saat aku menangis

Bahkan di saat ku takut

Tuhan s’lalu bersamaku

Tuhan Yesus sertaku

Dia s’lalu bersamaku

Tuhan Yesus sertaku

S’lalu bersamaku

Di saat aku tertawa

Di saat aku menangis

Bahkan di saat ku takut

Tuhan s’lalu bersamaku

Di saat aku tertawa

Di saat aku menangis

Bahkan di saat ku takut

Tuhan s’lalu bersamaku

Bahkan di saat ku takut

Tuhan s’lalu bersamaku

Bahkan di saat ku takut

Tuhan s’lalu bersamaku

Lagu “Tuhan Yesus Sertaku” bukanlah lagu sekolah minggu biasa. Lagu ini merupakan karya orisinal dari tim Kuis Alkitab, diciptakan oleh Kak Hilman Giri Surya, dan dipopulerkan oleh duo kakak-beradik Grace A. Pricahyadi dan Gloria K. Pricahyadi.

Di balik nadanya yang riang, terdapat muatan teologis dan psikologis yang sangat krusial bagi perkembangan anak. Lirik “Di saat aku tertawa, di saat aku menangis, bahkan di saat ku takut” memberikan validasi terhadap emosi anak. Mereka diajarkan bahwa tidak apa-apa untuk merasa takut atau sedih, karena dalam setiap spektrum emosi tersebut, Tuhan selalu hadir mendampingi.

Mengetahui kebenaran ini memberikan semacam “jangkar” atau landasan keamanan emosional bagi anak-anak. Hal ini sejalan dengan pandangan para pakar psikologi perkembangan anak. Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, seorang Psikolog Pendidikan dan Perkembangan terkemuka di Indonesia, dalam berbagai studinya kerap menekankan pentingnya secure attachment (kelekatan yang aman) pada usia dini.

Baca Juga  Membangun Kesehatan dan Pembelajaran Sejak Dini di YBPK: Dua Kegiatan Berbeda dengan Dampak Besar

“Karakter dan resiliensi anak di masa depan sangat dibentuk oleh seberapa aman perasaan mereka di masa kecil. Penanaman nilai spiritual yang menekankan kasih dan penyertaan Tuhan, alih-alih penghukuman, akan menumbuhkan rasa aman (sense of security) yang membuat anak berani mengeksplorasi dunia dan menghadapi ketakutannya,” sebuah prinsip psikologi yang tergambar sempurna dari kegiatan pujian pagi ini.

Mewujudkan Visi YBPK-GKJW: Pendidikan Karakter Sejak Dini

Penampilan luar biasa dari KB & TK Martha ini bukan sekadar rutinitas hari Minggu, melainkan cerminan nyata dari kualitas pendidikan yang diusung oleh Yayasan Badan Pendidikan Kristen Greja Kristen Jawi Wetan (YBPK-GKJW).

Sebagai institusi pendidikan yang memiliki sejarah panjang dan mengakar kuat di Jawa Timur, YBPK-GKJW (sebagaimana visi misi yang terus digaungkan melalui portal resmi mereka di www.ybpk-gkjw.org) tidak pernah hanya berfokus pada kecerdasan akademis semata. Institusi ini menaruh perhatian yang sama besarnya, bahkan lebih, pada pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.

Jika merujuk pada kiprah berbagai sekolah di bawah naungan YBPK-GKJW, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, benang merah yang selalu terlihat adalah komitmen untuk mendidik manusia secara utuh (holistik). Kegiatan pujian di GKJW Sidorejo ini adalah bentuk nyata dari laboratorium pendidikan karakter tersebut. Di atas panggung mimbar gereja, anak-anak tidak hanya sedang bernyanyi; mereka sedang berlatih mengalahkan rasa gugup, belajar bekerja sama dalam kelompok, melatih kedisiplinan, dan yang paling utama, memupuk benih iman.

Di tengah era modern di mana Generasi Alpha rentan terhadap paparan digital dan tantangan mental yang kompleks, membekali mereka dengan keyakinan bahwa “Bahkan di saat ku takut, Tuhan s’lalu bersamaku” adalah sebuah investasi emosional yang tak ternilai harganya. Lagu ini memupuk keberanian sejati, bukan karena ketiadaan rasa takut, tetapi karena keyakinan akan penyertaan yang Mahakuasa.

Ibadah Minggu di GKJW Sidorejo pun ditutup dengan tepuk tangan meriah dan raut wajah jemaat yang dipenuhi rasa syukur. Penampilan KB & TK Martha YBPK Sidorejo Jember telah berhasil menjadi khotbah bernada yang paling murni hari itu. Mengingatkan kembali orang-orang dewasa yang hadir, bahwa seringkali iman yang paling kuat dan tulus ditemukan dalam keluguan seorang anak kecil.

Selamat Hari Minggu. Selamat menyambut minggu yang baru dengan keyakinan yang sama seperti anak-anak KB & TK Martha: Tuhan s’lalu bersama kita.