cropped-cropped-logo-ybpk.png
Loading ...

Transformasi Pendidikan Kristen: Kunjungan Strategis Pengurus YBPK Tinjau Infrastruktur dan SDM di TK Trenceng

Transformasi Pendidikan Kristen: Kunjungan Strategis Pengurus YBPK Tinjau Infrastruktur dan SDM di TK Trenceng

Dok. Pengurus Pusat YBPK-GKJW

TRENCENG, PONOROGO – Minggu, 11 Januari 2026, menjadi hari yang tidak biasa bagi keluarga besar TK Trenceng. Di tengah sejuknya udara pagi Ponorogo, sebuah sinergi besar sedang dirayakan—bukan dengan pesta pora, melainkan dengan langkah nyata kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak usia dini.

Usai menghadiri kegiatan lepas-lantik di GKJW Ponorogo, rombongan Pengurus Yayasan Badan Pendidikan Kristen (YBPK) GKJW yang dipimpin langsung oleh Ketua YBPK, Bapak Drs. Soegeng Armadi, M.Pd., bergerak menuju TK Trenceng. Kunjungan ini bukan sekadar visitasi seremonial, melainkan sebuah pernyataan tegas: bahwa pendidikan di unit-unit sekolah YBPK, sekecil apa pun, adalah prioritas utama yang harus diperjuangkan standar dan kualitasnya.

Turut hadir dalam rombongan ini adalah figur-figur kunci pengurus YBPK lainnya, yakni Ibu Neni, Ibu Dore, dan Ibu Warih. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala Sekolah TK Trenceng yang baru, Ibu Cici, didampingi oleh Pendeta GKJW Trenceng beserta istri (yang juga merupakan mantan Kepala Sekolah TK Trenceng). Pertemuan ini menjadi simbol estafet kepemimpinan yang harmonis dan dukungan penuh gereja terhadap lembaga pendidikan.

Dok. Pengurus Pusat YBPK-GKJW
Dok. Pengurus Pusat YBPK-GKJW
Dok. Pengurus Pusat YBPK-GKJW
Dok. Pengurus Pusat YBPK-GKJW

Infrastruktur yang Memanusiakan Anak

Agenda pertama yang menjadi sorotan adalah peninjauan fisik bangunan. Di dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), lingkungan fisik adalah “guru ketiga”. Ia berbicara kepada anak-anak tentang rasa aman dan kenyamanan. Rombongan diajak berkeliling melihat dua sisi sejarah TK Trenceng: gedung lama yang penuh kenangan dan gedung baru yang merepresentasikan harapan.

Mata para pengurus YBPK berbinar menyaksikan wujud nyata perhatian GKJW Trenceng. Gereja tidak tinggal diam; mereka telah menyiapkan ruang kelas yang jauh lebih luas dan lega. Ruang yang luas ini bukan sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan pedagogis. Dalam kajian pendidikan modern, ruang gerak yang cukup sangat krusial bagi perkembangan motorik kasar anak usia dini.

Namun, sorotan utama jatuh pada pembangunan kamar mandi siswa. GKJW Trenceng telah mendesain kamar mandi yang aman, mudah diakses, dan ramah anak. Ini adalah detail kecil yang berdampak besar.

Sebagaimana diungkapkan oleh Komalasari (2022) dalam kajian manajemen PAUD, kualitas sarana dan prasarana adalah indikator utama sekolah berkualitas. “Sarana dan prasarana bukan sekadar benda mati, ia membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, yang merupakan prasyarat mutlak bagi tumbuh kembang psikologis anak,” demikian prinsip yang sering ditekankan dalam standar pendidikan nasional.

Dengan fasilitas sanitasi yang aman, TK Trenceng telah memenuhi salah satu standar krusial dalam instrumen akreditasi dan, yang lebih penting, menjamin keselamatan siswa dari risiko kecelakaan di area basah.

Dok. Pengurus Pusat YBPK-GKJW

Membangun "Jiwa" Sekolah: Kompetensi Sosial Emosional

Jika pembangunan fisik adalah “raga” sekolah, maka guru adalah “jiwanya”. Tidak cukup hanya meninjau bangunan, kunjungan ini juga diisi dengan sesi pembinaan dan pengarahan yang sangat berbobot bagi Kepala Sekolah dan Guru TK Trenceng serta TK Ester Ponorogo.

Ibu Warih, dalam sesinya, membawa materi yang sangat relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21: Peningkatan Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE).

Di era digital yang serba cepat ini, guru tidak hanya dituntut pandai mengajar calistung (baca, tulis, hitung), tetapi juga harus cerdas secara emosi. Guru yang stabil secara emosi akan melahirkan murid yang tangguh. Materi yang dibawakan Ibu Warih sejalan dengan pemikiran pakar kecerdasan emosional dunia, Daniel Goleman.

Dalam bukunya yang fenomenal, Goleman menegaskan, “Emotional intelligence, more than any other factor, more than IQ or expertise, accounts for 85% to 90% of success at work” (Kecerdasan emosional, lebih dari faktor lainnya, menyumbang 85-90% kesuksesan dalam pekerjaan). Bagi seorang guru PAUD, kemampuan ini vital. Guru harus mampu mengenali emosi diri, mengelola stres, dan berempati terhadap siswa yang mungkin sedang tantrum atau sedih.

Baca Juga  Drs. Soegeng Armadi, M.Pd

Sesi ini membuka mata para pendidik di TK Trenceng dan TK Ester Ponorogo bahwa tugas mereka adalah tugas peradaban. Mereka diajak untuk tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mentransfer ketenangan, kasih sayang, dan kestabilan emosi kepada anak-anak didik.

Standarisasi: Menuju Sekolah Unggul

Melengkapi pembinaan “soft skill”, Ibu Dore memberikan pengarahan teknis yang tak kalah penting mengenai Standar Pelaksanaan Sekolah. Dalam dunia pendidikan yang kompetitif, manajemen sekolah tidak bisa lagi dijalankan secara tradisional atau “seadanya”.

Ibu Dore menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur yang baku. Hal ini mencakup administrasi pembelajaran, penilaian perkembangan anak, hingga tata kelola manajerial. Standarisasi ini bertujuan agar kualitas pendidikan di TK Trenceng setara dengan sekolah-sekolah maju di kota besar.

Mengutip pandangan Mulyasa, pakar manajemen pendidikan, pengelolaan PAUD harus terangkum jelas dalam perencanaan yang terukur seperti Rencana Kegiatan Mingguan dan Harian. Kepala sekolah memegang kunci sebagai manajer yang memastikan visi sekolah diterjemahkan menjadi aksi nyata di kelas.

Pengarahan dari Ibu Dore ini menjadi “kompas” bagi Ibu Cici selaku kepala sekolah baru, untuk menavigasi TK Trenceng menuju akreditasi unggul dan kepercayaan masyarakat yang lebih luas.

Dok. Pengurus Pusat YBPK-GKJW

Sinergi Tanpa Batas

Kunjungan hari Minggu itu ditutup dengan suasana kekeluargaan yang kental. Kehadiran Bapak Soegeng Armadi dan jajaran pengurus YBPK memberikan suntikan moral yang luar biasa. Mereka tidak hanya datang untuk memerintah, tetapi untuk mendengar, melihat, dan merasakan denyut nadi pendidikan di akar rumput.

Dukungan penuh dari Pendeta GKJW Trenceng dan istri juga menjadi bukti bahwa gereja dan sekolah adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam pelayanan YBPK. Sinergi antara pengurus pusat, gereja lokal, dan unit sekolah seperti inilah yang menjadi kekuatan utama YBPK GKJW.

Hari itu, di bawah langit Ponorogo, sebuah komitmen telah diperbarui. TK Trenceng kini tidak hanya memiliki gedung baru dan kamar mandi yang aman, tetapi juga memiliki guru-guru yang siap mendidik dengan hati yang cerdas dan standar yang tinggi. Sebuah langkah maju untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dimulai dari bangku-bangku kecil taman kanak-kanak.

Maju terus TK Trenceng, Maju terus YBPK-GKJW!